Perhatikan Hal Berikut Sebelum Meminjamkan Uang

Kali ini, kita akan bahas tentang apa saja yang perlu Anda perhatikan, sebelum meminjamkan uang kepada seseorang.

Kita semua sama-sama tahu, bahwa urusan hutang itu seringkali memusingkan. Sudah tidak terhitung lagi, berapa banyak pertemanan, atau bahkan persaudaraan, yang terlanjur rusak, hanya karena masalah hutang.

Ketika butuh mereka datang memelas. Tetapi ketika Anda tagih, mereka berubah ganas. Situasi semacam ini, sudah menjadi pengetahuan umum bagi semua orang.

Makanya sering saya sampaikan, bahwa lebih baik tidak meminjamkan uang secara sembarangan. Atau pinjamkanlah, hanya dalam jumlah yang kiranya Anda bisa ikhlas, jika ternyata jumlah tersebut tidak bakal dikembalikan.

Idealnya begitu. Sayangnya, seringkali kita terpojok juga. Misalnya karena yang meminta pinjaman ini adalah keluarga dekat. Atau kerabat baik. Dipinjami salah, tidak dipinjami juga salah.


Baca Juga :


Untuk itu, berikut adalah beberapa hal yang mestinya Anda perhatikan dulu, sebelum memutuskan untuk meminjamkan uang, terhadap seseorang.

Pertama, pikirkan matang-matang. Apakah Anda benar-benar ada kemampuan untuk membantu orang ini.
Jangan malah karena tidak tegaan, Anda sampai tidak bisa makan. Pertimbangkan betul-betul, karena kita tahu, bahwa tidak semua orang bakal mengembalikan pinjamannya tepat waktu. Jika suatu ketika Anda butuh, tetapi ditagih tidak bisa, lantas mau bagaimana?

Kemudian yang kedua, usahakan jangan memutuskan sendiri. Jika Anda punya pasangan, diskusikan dulu dengan pasangan Anda. Seringkali, ketika berusaha membuat keputusan sendiri, yang ada malah Anda sekedar merasa tidak enak hati, dan buru-buru meminjami. Padahal Anda sendiri punya kebutuhan besar, dalam waktu dekat ini.

Sedangkan yang ketiga, kurang lebihnya seperti yang sudah saya singgung di depan tadi. Yaitu hanya meminjamkan, sebesar yang mampu Anda relakan. Lebih baik Anda perlakukan sebagai hadiah, daripada sebagai pinjaman. Tujuannya agar Anda tidak perlu merasa kecewa, bila ternyata orang tersebut tidak mengembalikan pinjamannya.

Keempat, jika jumlah yang hendak dipinjam ini terbilang besar, sebisa mungkin buatlah kesepakatan secara tertulis. Ini yang seringkali diabaikan banyak orang.

Hanya sekedar modal percaya saja, sampai bertahun-tahun dana tetap tidak dikembalikan juga. Lebih baik tuliskan di atas kertas. Jumlahnya berapa, jangka waktunya berapa, dan apa kesepakatannya, bila pinjaman tidak bisa dikembalikan dalam jangka waktu tersebut.

Kemudian yang terakhir, ada baiknya juga Anda belajar untuk berkata tidak. Karena seringkali, dari awal Anda pun tahu, bahwa orang ini belum tentu bakal mengembalikan uang yang dipinjam. Tapi Anda kesulitan untuk menolak, Anda dasarnya paling tidak bisa berkata tidak.

Belajarlah untuk menolak secara baik-baik, dan siapkan jawaban yang kiranya bisa diberikan, bila suatu ketika ada kerabat yang datang mencari pinjaman.

Kelima hal inilah kurang lebihnya, yang perlu Anda perhatikan, sebelum memutuskan untuk meminjamkan dana, pada seseorang. Termasuk keluarga dan kerabat. Semoga dapat menjadikan sedikit pertimbangan, semoga kita bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Sakit hati rasanya, jika Anda tidak bisa menikmati hasil jerih payah Anda sendiri, karena hasil jerih payah tersebut malah dinikmati orang lain.