Amalan Kejawen Agar Dicukupkan Sandang Pangan

Kali ini, akan saya bagikan amalan kejawen, yang dimaksudkan untuk kecukupan sandang pangan. Tetapi sebelum itu, akan kita bahas dulu, seputar sandang, pangan dan papan, sebagai sebuah konsep kejawen, terkait pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Anda pasti tidak asing dengan istilah ini. Sandang, pangan, papan. Pakaian, pangan, dan tempat tinggal. Ketiganya adalah kebutuhan hidup manusia. Tetapi mengapa, ‘sandang’ harus disebutkan dulu? Bukan pangan, juga bukan papan.

Sandang, secara bahasa artinya pakaian. Tetapi dalam konsep hidup kejawen, yang dimaksud pakaian, bukanlah sekedar baju yang kita kenakan. Sandang juga bermakna, bahwa dalam menjalani kehidupan, seyogyanya manusia mengutamakan kepantasan. Dengan perilaku dan tindak tanduk yang baik.


Baca Juga :


Perilaku inilah yang akan dilihat dan dinilai orang lain. Baik buruknya seperti apa. Layaknya pakaian yang melekat di badan kita.

Sandang disebutkan terlebih dulu, agar kita mendahulukan perilaku, sebagai landasan dalam menjalani hidup. Dengan mengutamakan perilaku, maka seseorang akan berkelakuan baik, dalam upaya mencari pangan atau rejeki.

Dan bila rejeki untuk makan sudah cukup, atau bahkan lebih, barulah kita memikirkan kebutuhan yang ketiga, yaitu papan atau tempat tinggal.

Sehingga kurang lebihnya, kita diajarkan bahwa yang paling utama, dalam menjalani hidup, adalah memantaskan diri dengan sandang. Dengan perilaku dan tindak tanduk yang baik. Agar semua usaha dalam mencari pangan maupun papan, akan menjadi baik pula.
Itulah mengapa urutannya sandang, pangan, dan papan. Bila pangan disebutkan dulu, artinya kita mendahulukan pangan, tanpa memantaskan diri dengan sandang.

Ibaratnya seperti orang telanjang yang tidak tahu malu. Tega maling, korupsi, menindas, dan mencederai orang lain. Demi pangan dan papannya, sandang dilupakan begitu saja. Asalkan kenyang dan rumahnya bagus, tidak peduli hartanya ini diperoleh dengan cara apa.
Itulah yang semestinya kita hindari. Semoga menjadi pembelajaran bagi kita.

Seperti yang saya sampaikan di depan tadi, akan saya bagikan amalan kejawen, agar diberikan kecukupan sandang pangan.
Amalannya bagaimana? Terlebih dulu berpuasalah 7 Senin dan 7 Kamis. Puasa biasa, seperti puasa Ramadhan. Tetapi pada hari Senin yang pertama, tidak diperkenankan tidur selama sehari semalam.
Untuk hari-hari selanjutnya boleh tidur.

Bila puasa 7 Senin dan 7 Kamis ini sudah selesai, selanjutnya bacakanlah mantra. Mantranya seperti apa, akan saya tuliskan di bagian akhir artikel ini.

Mantra tersebut, bacalah sebanyak-banyaknya. Tidak ada batasan. Dibaca berapa kalipun, sampai kapanpun. Usahakan saja bahwa dalam satu hari, Anda membacanya dalam jumlah ganjil.

Harapannya tentu saja, semoga diberikan petunjuk dalam menjalani hidup, sekaligus kelancaran rejeki. Agar tercukupi sandang, pangan, serta papan kita. Kurang lebihnya demikianlah, yang dapat saya sampaikan seputar sandang, pangan, dan papan, secara kejawen. Semoga dapat memberikan sedikit pencerahan.


Mantra Sandang Pangan:
‘Bismillahirohmanirrohim,
Urubing dzat Allah,
Metu murub, Allah mobah jroning ambegan
Gusti Allah mosik jroning ati, Gusti Allah ingkang kuwasa
Kawulo nyuwun gampang anggenipun pedos sandang, ugi pados pangan, selawase kawulo gesang, samarga pinaringan gampang, gampang sarining gampang,
Gampang saking kersaning Allah.’

Keterangan: Bila non mulim, maka bacaan basmalah tidak perlu dibaca, dan kata ‘Allah’ dapat diganti dengan nama Tuhan sesuai keyakinan Anda.